KemenKes Gelar Bulan Imunisasi Anak Sekolah, Puskesmas Sidamulya Lampaui Target BIAS Tahap 1

KemenKes Gelar Bulan Imunisasi Anak Sekolah, Puskesmas Sidamulya Lampaui Target BIAS Tahap 1

BREBES, pusk sidamulyaAnak anak usia sekolah dasar masih rentan dari berbagai penyakit sehingga memerlukan perlindungan tambahan agar dapat terhindar dari risiko terinfeksi penyakit tersebut. Untuk itu, Kementerian Kesehatan menggelar Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang rutin diselenggarakan pada bulan Agustus dan November setiap tahun.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan selama pencanangan BIAN diharapkan orang tua segera membawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat atau pos pelayanan imunisasi untuk mendapatkan imunisasi rutin.

Tujuan pemberian vaksin kepada anak ini, antara lain, adalah untuk memperpanjang antibodi atau kekebalan, terutama terhadap penyakit difteri, tetanus, campak, dan rubella, karena penyakit-penyakit ini tidak hanya dapat dialami mereka ketika masih bayi tapi juga bisa terjadi saat mereka di usia sekolah. Program dilaksanakan dengan melakukan suntikan kepada anak dengan tujuan memberikan perlindungan dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I).

“Ini relatif murah dibanding mereka terkena penyakit berbahaya saat sudah dewasa. Karena kalau sampai sakit, itu biayanya bisa sampai jutaan, kalau sampai masuk ICU bisa mencapai puluhan juta. Jadi jauh lebih murah kalau kita melakukan vaksinasi atau imunisasi saat kita sehat,” kata Menkes. dikutip dari sehatnegriku.kemkes.go.id

Sementara itu Menurut Bidan Siti Kasripah, Sekaligus Selaku Pemegang Program Imunisasi Puskesmas Sidamulya mengatakan bahwasanya untuk capaian Bian dan Bias di wilayah kerja Puskesmas Sidamulya sudah melampaui target. Dimana capaian bian untuk OPV sudah tercapai 100 persen, IPV tercapai 100 persen, DPT/HB tercapai 100 persen dan Campak Rubela tercapai 97,13 Persen. Sementara untuk BIAS putaran Pertama untuk MR tercapai 99,69 persen, HPV tercapai 100 persen.

“Alhamdulillah, Untuk Kegiatan Baik BIAN dan BIAS wilayah puskesmas Sidamulya bisa mencapai target, sesuai apa yang ditentukan oleh Dinas Kesehatan. Tercapainya Bian dan Bias Berkat kinerja dari teman-teman Bidan di Puskesmas Sidamulya dan karyawan yang lainnya.” ungkapnya.

Lanjut  Siti Kasripah , harapannya untuk kedepan dalam pelaksanaan BIAN dan BIAS ada dukungan dari pihak sekolah dan orang tua anak. Karena imunisasi baik BIAN dan BIAS dapat mencegah penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi atau PD3I, dan dapat menyehatkan generasi bangsa. Serta menurunkan dan mencegah angka kematian dan kesakitan pada anak.

“Untuk BIAN atau BIAS putaran pertama sudah dilaksanakan pada bulan September lalu, dengan sasaran anak SD kelas 1 Putra-Putri dengan imunisasi MR. Kemudian Anak SD kelas 5 Putri dengan Imunisasi HPV. Sedangkan Putaran Kedua akan dilaksanakan nanti bulan November dengan Sasaran SD Kelas 1 Putra-Putri dengan jenis Imunisasi DT. Kemudian Anak SD kelas 2 dan 5 Putra Putri dengan Jenis Imunisasi TD.” Ujarnya.

Sementara Kepala Puskesmas Sidamulya, dr. Agus Nawawi mengungkapkan Pemberian imunisasi ini juga untuk melindungi anak-anak dari penyakit berbahaya sehingga anak lebih sehat dan lebih produktif. Tak hanya itu, manfaat dari imunisasi juga jauh lebih besar dibandingkan dampak yang ditimbulkan di masa depan.

dr. Agus Nawawi juga mengapresiasi kinerja dari Seluruh Bidan di Puskesmas Sidamulya dan Karyawan yang terlibat dalam pelaksanaan program Bian dan Bias tersebut.

“Saya sangat berterimakasih kepada teman-teman Bidan di Puskesmas Sidamulya dan semua karyawan di Puskesmas yang ikut terlibat dalam mensukseskan program Bian dan Bias  sehingga capaian Program Bian dan Bias dapat mencapai target yang ditentukan oleh Dinas Kesehatan.” Pungkasnya. (dn)

Peringati Hari Cuci Tangan Sedunia, Puskesmas Sidamulya Sosialisasi CTPS di Sekolah

BREBES, puskesmas sidamulyaHari Cuci Tangan Sedunia jatuh pada tanggal 15 Oktober 2022. Hari Cuci Tangan Sedunia juga dikenal dengan sebutan Global Handwashing Day. Peringatan tahunan yang didedikasikan untuk mengedukasi cuci tangan dengan sabun sebagai cara yang mudah, efektif, dan terjangkau untuk mencegah penyakit dan menyelamatkan banyak nyawa.

Dilansir situs Global Handwashing, Hari Cuci Tangan Sedunia 2022 mengusung tema “Unite for Universal Hand Hygiene.” Mencuci tangan adalah kunci untuk mengurangi penyakit yang dapat memengaruhi kesehatan dan perkembangan tubuh.

Dalam hal ini Tim Petugas Promkes dari Puskesmas Sidamulya, Kec. Wanasari, Brebes, melaksanakan giat sosialisasi tentang Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia (CTPS) Sekolah-sekolah. Salah satu Kegiatan tersebut dilaksanakan di SDN 2 Sidamulya, pada Sabtu, (15/10/2022).

Petugas Promkes Puskesmas Sidamulya Nur laily af’idah, mengatakan  penyuluhan Cuci tangan Pakai Sabun untuk menyebarkan kesadaran tentang nilai tangan bersih sejak dini. Mencuci tangan adalah praktik yang sangat sederhana, tetapi hal itu benar-benar dapat membuat perubahan besar dan menyelamatkan nyawa.

Kampanye Cuci Tangan Dengan Sabun

“Sasaran penyuluhan cuci tangan pakai sabun dengan sabun dan air mengalir adalah siswa SD kelas 1 s/d 6 dan didampingi guru kelas masing-masing. Sebelumnya menyanyikan lagu cuci tangan 6 langkah dan diselipkan dengan salam germas.” Ujar Laily sapaan akrabnya.

Lanjut Laely, Pentingnya Cuci Tangan untuk Kesehatan Hidup Semenjak pandemi COVID-19, menjadi hal penting dalam membantu mencegah penyebaran penyakit tersebut. Acara penyuluhan dilakukan di lapangan SD sedangkan praktek cuci tangan dilaksanakan di wastafel depan kelas masing-masing. Antusiasme dari siswa siswi dalam mengikuti kegiatan penyuluhan CTPS ini sangat tinggi, dimana anak-anak tersebut terlihat sangat menikmati dan memperhatikan setiap arahan yang diberikan  para petugas tentang bagaimana cara mencuci tangan yang baik dan benar.

Salah satu siswa yang didampingi oleh Guru sedang mempraktikkan cara cuci tangan pakai Sabun, setelah mendapatkan edukasi/penyuluham dari petugas promkes puskesmas sidamulya.

“Mula-mula siswa-siswi dikumpulkan di lapangan sekolah kemudian mengikuti penyuluhan CTPS. Acara dimulai dengan salam germas, cuci tangan 6 langkah dan manfaat cuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
Setelah penyuluhan, siswa diarahkan setiap guru kelas masing-masing untuk menggunakan wastafel di depan kelasnya. Dan diarahkan praktek cuci tangan langsung dan dibimbing oleh petugas puskesmas serta guru kelas.” Terangnya.

Sementara Kepala Sekolah SD N 2 Sidamulya, Muslih, S.Pd menyambut kegiatan Cuci Tangan Pakai Sabun dengan penuh semangat, hal ini dikarenakan penyuluhan seperti ini guna mengedukasi siswa-siswi agar mendorong orang mencuci tangan dengan sabun. Apalagi diterapkan dengan cara-cara yang kreatif, sehingga anak-anak sangat senang dan antusias.

“Testimoni siswa bernama Yasmin dan Dina siswi kelas 6, mereka sangat suka kegiatan penyuluhan cuci tangan. Jadi mereka lebih hapal lagi dan dapat mempraktekkan secara langsung baik di rumah maupun diskolah. Selain itu mereka jadi tahu manfaat cuci tangan setelah diadakan penyuluhan.” Ungkap Muslih Kepala Sekolah SDN 2 Sidamulya. (dn)

Puskesmas Sidamulya Adakan Posyandu di Desa Pebatan

Puskesmas Sidamulya Adakan Posyandu di Desa Pebatan

BREBES, puskesmas sidamulya – Kegiatan Posyandu yang dilakukan Bidan Desa Puskesmas Sidamulya secara rutin dilaksanakan di Posyandu Nusa Indah VI di Desa Pebatan Rt 03 Rw 05, Kecamatan Wanasari,Kab.Brebes pada Jum’at, (14/10/2022). Kegiatan ini untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan balita, serta memantau kesehatan ibu hamil dengan begitu tidak ada balita yang mengalami kurang gizi.

Pelaksanaan Posyandu di Pos Nusa Indah VI Desa Pebatan, Wanasari-Brebes (14/10/2022).

Menurut Bidan Desa Pebatan, Martha Angki N, pelaksanaan Posyandu di Nusa Indah VI, guna memantau pertumbuhan dan perkembangan balita, kesehatan ibu hamil supaya tidak ada balita atau ibu hamil yang mengalami kurang gizi. di kegiatan posyandu yang disertai kegiatan Puskesmas Keliling (Pusling) Puskesmas Sidamulya dan juga sosialisasi informasi mengimbau agar ibu balita dan ibu hamil intens memeriksakannya, terutama jika ada kegiatan posyandu.

“Ini untuk memastikan balita kita sehat dan tidak kekurangan gizi dan juga ibu hamil sehat, baik orang tua serta bayi di kandunganya. Selain balita, ibu-ibunya juga harus rajin olahraga serta menjaga asupan gizi,” Jelas Bidan Martha.

Masyarakat melakukan pemeriksaan kesehatan di Puskesmas Keliling (Pusling) yang diadakan Puskesmas Sidamulya di Pos Nusa Indah VI Desa Pebatan pada, jum’at (14/10/2022).

Salah seorang Kader Posyandu Desa Pebatan, Fajar iswanti, juga mengajak masyarakat agar secara rutin memberikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada para balita.

Menu PMT di Posyandu sejauh ini tetap konsisten pada arahan dari yaitu makanan alamiah berupa buah, susu kedelai atau susu jagung dan bubur kacang hijau.

“Kami berharap seluruh ibu dan keluarga dapat menjaga kesehatan dan perkembangan dari anaknya masing-masing, sehingga mereka dapat tumbuh sehat,” Ungkapnya. (dn)